SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
PENGERTIAN SOSIALISASI
Adalah proses mempelajari, menghayati, dan menanamkan suatu nilai, norma, peran, pola perilaku yang diperlukan individu-individu untuk dapat berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan masyarakat
MEDIA SOSIALISASI
1. Keluarga
2. Teman sepermainan
3. Sekolah
4. Tempat pekerjaan
5. Masyarakat umum
6. Media massa
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian :
Kepribadian pada hakikatnya merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia secara umum yang tercermin dari ucapan dan perbuatannya.
PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
1.Aliran Konvergensi, kepribadian merupakan hasil perpaduan antara pembawaan (faktor
internal) dengan pengalaman (faktor eksternal).
2.Aliran nativisme, kepribadian ditentukan oleh faktor pembawaan.
3.Aliran empirisme (tabularasa), kepribadian ditentukan oleh pengalaman dan
lingkungannya
MENURUT JUNG, KEPRIBADIAN MENURUT FUNGSINYA ADA 4 :
1.Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh akal pikiran sehat.
2.Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau
perasaan kira-kira.
3.Kepribadian emosional, kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan.
4.Kepribadian sensitif, kepribadian yang dipengaruhi oleh panca indera sehinggacepat
bereaksi.
MENURUT JUNG KEPRIBADIAN BERDASARKAN REAKSINYA TERHADAP LINGKUNGAN
1.Kepribadian ekstrovert, yaitu kepribadian yang terbuka, berorientasi keluar.
2.Kepribadian introvert, yaitu kepribadian yang tertutup dan berorientasi pada diri
sendiri.
3.Kepribadian ambivert, yaitu kepribadian campuran.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN
1.Warisan biologis (pembawaan)
2.Lingkungan fisik
3.Lingkungan budaya
4.Pengalaman kelompok
5.Pengalaman pribadi yang unik
Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Landasan Psikologis
a. Setiap pengalaman belajar/informasi diterima melalui pintu gerbang panca indera.
b. Proses belajar terjadi secara individual.
c. Tingkat perkembangan kognitif/berpikir pebelajar berbeda-beda (sensori motor, pra
operasional, operasional kongkrit, operasional formal).
d. Manusia belajar melalui pergaulan dengan lingkungannya (ada tiga tahap belajar:
tahap kongkrit, skematik dan abstrak).
e. Piaget menyebutkan tiga bentuk belajar: asimilasi, akomodasi dan equilibrasi.
f. Bruner membagi tiga tahapan belajar yaitu enaktif, ikonik dan simbolik.
Landasan Historis
a. Perkembangan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk pembelajaran.
b. Perkembangan konsep media pembelajaran
TEORI BELAJAR ALIRAN TINGKAH LAKU
1.THORNDIKE
Belajar adalah Proses interaksi antara Stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan atau gerakan) dan Respon (yang juga bisa berbentuk pikiran, perasaan atau gerakan)
2.WATSON
Belajar adalah proses Interaksi antara Stimulus dan Respon dalam bentukTingkah laku yang dapat diamati
3.SKINNER
Hubungan antara Stimulus dan Respon digunakan untuk menjelaskan perubahan tingkah laku
NILAI DAN NORMA SOSIAL
Nilai Sosial adalah prinsip-prinsip, patokan-patokan, angapan, mauoun keyakinan yang berlaku di masyarakat.
Nilai social di dalam masyarakat meliputi :
a. Nilai Rohani
b. Nilai Material
c. Nilai Vital
d. Nilai perserikatan
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran nilai adalah :
a. Penemuan Baru
b. Invensi
c. Divusi
Norma Sosila : Kaidah-kaidah, baik tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusi dalam hidup masyarakat
Norma social di dalam kaidah-kaidah, Baik yang tertulis atau tidak, yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia dalam hidup masyarakat.
Norma Sosial di dalam masyarakat terdiri dari :
a. Norma tata cara ( usage)
b. Norma Kelaziman (folkways),
c. Norma Kesusilaan (mores)
d. Norma adat istiadat ( custom)
e. Norma Hukum (law)
f. Norama agama
g. Norma mode (fashion)
Pengertian Filsafat
Filsafat adalah suatu kajian yabg berusaha memahami misteri segala sesuatu yang ada. Filsafat mencoba mengungkap kebenaran dan pengetahuan untuk menemukan nilai dasar dan arti penting kehidupan. Filsafat menguji hubungan antara kemanusiaan dan alam semesta, serta hubungan antara individu dengan masyarakat. Filsafat lahir karena adanya rasa ingin tahu, kaesangsian, dan hasrat manusia untuk mengetahui segala sesuatu, sehingga manusia menganalisis, mengupas, menginterprestasikan, dan bahkan berspekulasi mengenai segala sesuatu. Filsafat lahir di Negara Barat lahir pada tahun 500-an sebelum masehi, sedangkan cina danIndia baru mengenal filsafat 200 tahun lalu.
KAJIAN SOSIOLOGI
Sosilogi adalah ilmu yang mempelajari individu, kelompok, dan institusi yang membentuk masyarakat manusia.
Cabang ilmu sosiologi , yaitu :
a. Kriminologi
b. Demografi
c. Ekologi usaha
d. Ekologi politik
e. Psokologi social
f. Sosio linguistic
g. Sosiologi pendidikan
h. Sosiologi pengetahuan
i. Sosiologi hokum
j. Sosiometri
k. Sosiologi urban
Suatu masyarakat tersusun oleh tujuh unsure realitas social, yaitu :
a. Interaksi social
b. Kebudayaan
c. Nilai dan norma sosial
d. Stratifikasi social
e. Status dan peran social
f. Perubahan social
Para ahli sosiologi menggunakan empat metode utama dalam menguji teori-teori social yaitu :
a. Metode survey
b. Metode eksperimen terkontrol
c. Metode pengamatan
d. Metode analisis
Ada empat keterampilan pokok dalam pengkajian social, yaitu:
a. Keterampilan mengkaji
b. Keterampilan intelektual
c. Keterampilan kerja kelompok
d. Keterampilan social.
Data sosiologi terdiri atas dua macam, yaitu :
a. Data kualitatif
b. Data kuantitatif
ARTI PENTING KONSEP DALAM ILMU PENGETAHUAN
Dalam setiap ilmu pengetahuan, terjadi pemilihan gejala-gejala yang akan dipelajari. Tehadap gejala itu, dalam penelitian dilakukan abstraksi. Abstraksi adalah penyederhanaan dengan hanya mengkhususkan analisis pada sifat-sifat tertentu dan mengesampingkan sifat-sifat lain. Sifat-sifat tertentu yang dikesampingkan biasanya adalah gejala-gejala yang nantinya tidak akan menjadi bagian dari objek yang diteliti. Aspek yang dikesampinhkan itu mungkin saja dalam penelitian lain justru menjadi sasaran utama untuk diteliti.
Hal-hal tertentu yang akan menjadi pusat pembicaraan dalam penelitian, harus diberi nama dengan istilah-istilah tertentu. Istilah-istilah yang merujuk pada gejala-gejala atau aspek-aspek yang akan diteliti disebut dengan konsep atau pengertian. Setiap istilah harus diberi pengertian sejelas mungkin. Setelah semua konsep dijelaskan pengertiannya, maka akan menjadi bagian dari bahasa ilmuah, dan menjadi bagian dari perbendaharaan cabang ilmu pengetahuan tertentu.
Konsep-konsep berupa hasil pemikiran para ilmuan. Dengan kata lain, hasil pemikiran dikomuniksikan dengan menggunakan konsep-konsep yang sudah diteria pengertiannya dalam cabang ilmu yang bersangkutan. Sebagai contoh yang sesuai dengan pembehasan dalam bab ini adalah konsep mengenai masyaraka. Dalam sosiologi, konsep masyarakat merupakan salah satu yang paling terpenting si antara konsep-konsep lainnya.
Konsep merupakan lambing dari segi-segi tertentu dalm kehidupan manusia dan di gunakan untuk mengkomunikasikan pikiran-pikiran dan hasil-hasil penelitia dalam ilmu-ilmu pengetahuan. Pengguanaan konsep mempermudah komunikasi karena dengan pengertian singkat, suatu pemikiran yang panjang dan berbelit-belit dapat dilambangkan. Hal itu pihak-pihak yang mangguanakn konsep into mengenai apa yang dilambangkan oleh konsep-konsep tersebut.
Dengan demikian seseorang yang hendak menekuni suatu cabang ilmu tertentu mutlak harus menguasai konsep-konsep yang digunakan dalam ilmu pengetahuan tersebut. Dengan kata lain, jika seseorang ingin mempelajari suatu ilmu pengetahuan, dia harus menguasai conceptuan system (system konsep) yang digunakan dalam ilmu itu. Apabila anda mempeljari sosiologi, salah satu konsep yang anda harus kuasai adalah pengertian masyarakat. Apabila Anda mempelajari antropologi, maka konsep yang terpenting yang harus anda kuasai adalah kebudayaan, dan seterusnya.
PERAN SOSIOLOG
Menurut Paul B. Horton dan ChesterL. Hunt, seorang sosiolog dapat berprofesi sebagai :
1.Ahli riset, untuk pengembangan ilmu atau industry
2.Konsultan kebijaksanaan, guna member masukan berupa prediksi pengaruh kebijakan social yang akan diambil
3.Teknisi (sosiog klinis ) yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan
kegiatan masyarakat
4.Guru, yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar
5.Pekerja social
Menurut Bagong Suyanto, seorang sosiolog juga dapat menekuni karir sebagai jurnalis ( wartawan), birokrat (pejabat pemerintahan), ahli riset di perusahaan, dan berbagai sector pekerjaan lain yang membutuhkan kreativitas
JAJAK PENDAPAT UMUM
Jajak pendapat umum adalah suatu survey untuk mengetahui sikap kepercayaan, atau pendapat banyak orang. Orang yang disurvei bias mencepai juataan jumlahnya, namun yang benar-benar disurvei hanya beberapa persen yang dijadikan sample. Karena sampel dipilih secara tepat, maka hasilnya dapat merefleksi pendapat seluruh warga mesyarakat. Jajak pendapat terutama dilakukan oleh
1. Media pemberitaan
2. Politisi
3. Pengusaha
4. Lembaga pemerintahan
5. Ilmuan social
RISET ATAU PENELITIAN
Riset adalah penyelidikan secara sistematis mengenai suatu hal. Ada dua macam riset, yaitu riset dasar dan riset terapan. Riset dasar bertujuan untuk memperoleh pemahaman lebih baik mengenai suatu hal, tanpa maksud untuk diterapkan. Riset terapan bertujuan untuk diterapkan, misanya dalam pengembangan produk yang sudah ada. Ada delapan langkah dalam riset, yaitu
1. Merumuskan masalah
2. Mempelajari kepustakaan
3. Merumuskan hipotesis
4. Merencanakan desain penelitian
5. Mengumpulkan data
6. Menganalisis data
7. Menarik kesimpulan
8. Mengulang penelaahan.
RAGAM NILAI SOSIAL
Notonagoro membagi nilai social menjadi tiga :
1. NIlai material
2. Nilai vital
3. Nilai rohani
Walter G. Evrett. Merinci nilai social menjadi lima yaitu
1. Nilai ekonomi
2. Nilai rekreasi
3. Nilai perserikatan
4. Nilai kejasmanian
5. Nilai watak
Edward Spanger mengklasifikasikan nilai menjadi :
1. Nilai teori yang menentukan identitas sesuatu
2. Nilai ekonomi yang berupa kegunaan tertentu
3. Nilai agama yang berhubungan dengan sesuatu yang bersifat ketuhanan
4. Nilai seni yang berhubungan ekspresi dan keindahan
5. Nilai kekuasaan yang berhubungan dengan politik dan pemeribtahan
6. Nilai solidaritas yang berhubungan dengan cinta, persahabatan, dan hidup bersama.
Cipta Rasa Karsa
Kebudayaan tersusun dari tiga hal yaitu cipta, rasa dan karsa. Dengan daya cipta, manusia mampu menngerakkan pikiran sehingga menghasilkan konsep-konsep pemikiran-pemikiran, filsafat dan ilmu pengetahuan yanmg berupa abstrak. Dengan perasaannya, manusia mampu membedakan antara sesuatu yang kasar dan halus, buruk dan indah, sifat sewenang-wenang dan adil rasa kecewa dan puas dan lai-lain. Lahirnya kaidah-kaidah dan nilai-nilai social yang mengatur kehidupan bermsyarakat, sedangkan kemampuan manusia untuk berkarya mengasilkan benda material dalam berbagai bentuk dan kegunaan, seperti rumah pakaian dan berbagai peralatan
PERILAKU KOLEKTIF
Perilaku kolektif adalah istilah dalam sosiologi yang mengandung pengertian cara orang bertindak dalam kerumunan dan kelompok-kelompok besar yang tidak terorganisasi lainya. Jenis perilaku kolektif antara lain iseng, panic, dan rusuh. Perilaku seperti ini sering mincul dalam situasi yang membangkitkan emosi banyak orang. Situasi demikian itu terjadi dalam kegiatan olahraga, demonstrasi yamg memproses sesuatu, dan bencana alam.
Perilaku-oerilaku kolektif biasanya terjadi karena menurutnya kata hati, tidak terencana, dan berlangsung singkat. Bagaimanapun juga, perilaku kolektif cocok digunakan dalam kerangka pengerahan masa. Misalnya, partai politik atau gerakan social yang memanfaatkan demonstrasi masal sebagai saran untuk melakukan perubahan social.
ilmuan yang berjasa merumuskan konsep mengenai perilaku kolektif adalah Gustav Le Bon, seorang ahli fisika dan ilmu social berkebangsaan Perancis yang pertama kali melakukan studi psikologis terhadap kerumunan pada tahun 1890-an.
FAKTOR YANG MENDASARI TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
ADA ENAM FAKTOR :
a. Sugesti
Dalah rangsangan atau pengaruh atau stimulusyang diberikan kepada orang lain
b. Imitasi
Adalah tindakan meniru sikap, penampilan, pembicaraan, maupun gaya hidup orang lain.
c. Identifikasi
Adalah proses untuk menjadi sama atau identik dengan orang lain.
d. Simpati
Adalah proses kejiwaan seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain atau sekelompok orang.
e. Motivasi
Adalah dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulan yang dari seseorang untuk diberikan kepada orang lain.
f. Empati
Adalah proses larutnya kejiawaan seseorang kedudukan atau kesuakaan orang lain.
BENTUK-BENTUK AKOMODASI
Bentuk akomodasi sebagai berikut;
1. Koersi
Adalah bentuk akomofasi yang prosesnya dipaksakan
2. Komproni
Adalah akomodasi yang terjadi karena masinh-masing pihak mengurangai tutuntan agar tercapai suatu penyelesaian terhadap suatu persalisihan yang ada.
3. Arbitrase
Adalah cara mengatasi konflik dengan meninta bentuan pihak ketiga sebagai penengah.
4. Toleransi
Adalah sikap saling menghormati dan mengahargai pendirian masing-masing
5. Mediasi
Adalah cara mengatasi konflik dengan meminta bantuan pihak ke tiga sebagai penasehat.
6. Konversi
Adalah penyelasaian konflik dengan mengalahnya salah satu pihak dan menerima pendirian pihak lain.
7. Konsisliasi
Adalah penyelesaian konflik dengan jalan mempertemukan pihak-pihak yang bertentangan lewat perundingan untuk memperoleh kesepakatan
8. Ajudikasi
Adalah penyelesaian konflik melalui pengadilan
9. Stalemate
Berarti jalan buntu dengan pihak-pihak yang bersengketa sama kuat dan kedua belah pihak tidak memiliki harapan untuk maju maupun mundur sehingga sengketa ioni kelihatan sudah berhenti tetapi sebenarnya belumberhenti.
10. Seregasi
Adalah upaya salingmemisah diri atau saling menghindari dari pihak-pihak yang bertentangan dalam rangka mengurangi ketegangan
11. Gencatan senjata
Adalah penangguhan permusuhan atau peperangan dalam jangka waktu tertentu
12. Displasemen
Adalah usaha mengakhiri konflik dengan mengalihkan pada objek lain.
STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT SIGMUND FREUD
Sigmun Freud menyatakan kepribadian terdiri atas tiga aspek , yaitu aspek psikologi, aspek sosiologis dan aspek biologi. Setiap aspek memiliki fungsi sifat, komponen, prinsip kerja, dan dinaika sendiri-sendiri. Namun, ketiganya tidak dapat dipisahkan, karena secara bersama-sama mempengaruhi tingkah laku manusia.
Aspek Biologis kepribadian disebut Id, merupakan dunia batin seseorang. ID terdiri atas hal-hal yang dibawa sejak lahir, termasuk insting/naluri. Naluri manusia cenderung mengarak ke perilaku manusia untuk mencari kenikmatan dan menghindari ketikenakan.
Apek psikologis kepribadian disbut ego, merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang berfungsi mencari jalan pemenuhan dorongan-dorongan naluri manusia. Misalnyaseseorang lapar, secara naluiah ingin memenuhi dengan makan. Egolah yang mengarahkan seseorang untuk mencari makan. Oleh karena itu ego disebut juga aspek yang menghubungkan dunia batin (id) dengan realitas atau dunia nyata (superego).
Aspek sosiologis kepribadian disebut superego. Aspek ini berfungsi menentukan apakah suatu perilaku banar atau salah, pantas atau tidak sopan atau tidak, atau sesuai dengan nilai moral dalam masyarakatatau tidak. Aspek ini merupakan hasil sosialisasi seorang masyarakat. Nilai dan norma social diinternalisasi, selanjutnya berfunsi untuk menghalangi dorongan perilaku melanggar norma untuk mendorong untuk berperilaku yang sesui dengan norma.
Berdasarkan teori ini, kepribadian seseorang dipengarhi oleh doronga-dorongan naluriah dan internalisasi nilai-nilai social. Apabila aspek biologis yang berpengaruh kuat, maka kepribadian seseorang cenderung mengikuti naluri dan melanggar norma. Sebliknya, apabila seseorang cukup memperoleh sosialisasi nilai-nilai sosila, maka kepribadian akan sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat.
PROF DR. K.P.H. SELO SOEMARDJAN (1915-2003) BAPAK SOSIOLOGI INDONESIA
Prof. Dr. Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan lahir di Yogyakarta, 23 Mei 1915 dan meninggal tanggal 12 Juni 2003. Beliau dikenal sangat disiplin dan selalu memberi teladan konkret. Beliau sosok berintegritas, punya komitmen social yang tinggi dan sulit untuk diam. Beliau menyerukan hentikan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Beliau pantas menjadi teladan kaum birokrat karena etos kerjanya yang tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat. Selama hidupnya, Selo pernah berkarier sebagai pegawai Kesultanan/ Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya, dan Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri, Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan, Sekretaris Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono IX (1973-1978), Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983), dan staf ahli Presiden HM.Soeharto. Beliau dikenal sebagai Bapak Sosiologi Indonesia setelah tahun 1959 – Cornell University, AS – mengajar sosiologi seusai meraih gelar doktornya di di Universitas Indonesia (UI). Beliau adalah pendiri sekaligus dekan pertama (10 tahun) Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP) UI. Kemudian tanggal 17 Agustus 1994, Beliau menerima Bintang dari pemerintah dan pada tanggal 30 Agustus menerima Mahaputra Utama gelar ilmuwan utama sosiologi. Pendiri FISIP UI ini memperoleh gelar profesor dari Fakultas Ekonomi UI dan sampai akhir hayatnya justru mengajar di Fakultas Hukum UI. Pengalamannya sebagai camat membuat Selo menjadi peneliti yang mampu menyodorkan alternatif pemecahan berbagai persoalan sosial dengan jitu. Hal Ini pula yang membedakan Selo dengan peneliti lain.Meski lebih dikenal sebagai guru besar, Selo di lingkungan keluarga dan kampus, justru dikenal sebagai orang yang suka melucu dan kaya imajinasi, terutama untuk mengantar mahasiswa pada istilah-istilah ilmu yang diajarkan. Meski kata-kata beliau mengandung kritikan, tapi karena disertai humor, orang menjadi tidak tegang mendengarnya. Sebagai ilmuwan, karya Selo yang sudah dipublikasikan adalah Social Changes in Yogyakarta (1962) dan Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963). Penelitian terakhir Selo berjudul Desentralisasi Pemerintahan. Terakhir, Beliau menerima Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
KOENTJARANINGRAT (1923-1999) BAPAK ANTROPOLOGI INDONESIA
Profesor Doktor Kanjeng Pangeran Haryo Haji Koentjaraningrat adalah seorang antropolog yang berniat mengembangkan antropologi, dan memberikan sumbangan terhadap upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Seorang perintis studi antropologi di Indonesia se- jak berdirinya Jurusan Antropologi Universitas Indonesia tahun 1957. Sebagai perintis serta aspek kebudayaan yang menjadi sasaran penelitian antropologi, Koentjaraningrat menyusun berbagai buku yang membahas dasar antropologi, konsep dan metode penelitian, serta sejarah perkembangan. Karya-karya Beliau mencapai 200 judul (buku dan makalah), baik dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Belanda, serta diterjemahkan ke dalam bahasaPengantar Perancis dan Jepang. Bukunya yang paling penting adalah Antropologi (1959), Beberapa Pokok Antropologi Sosial (1967), Manusia dan Kebudayaan di Indonesia (1970), Kebudayaan, Mentaliteit dan Pembangunan (1974), Metode Penelitian Masyarakat (1973), Masyarakat Terasing di Indonesia (1993). Selama hidup, Beliau pernah mendapat dua kali penghargaan Satyalencana Dwidja Sistha dari Menhankam RI (1968 honoris causa dari Universitas Utrecht,dan 1981), gelar doktor kehormatan Belanda (1976).Koentjaraningrat pernah mengadakan penelitian antropologi Jakarta,Jawa Barat, Jawa Tengah, Minangkabau, Tanah Batak, dan Irian Jaya, Teluk Ijsselmeer (Belanda), Yugoslavia, Belgia, Thailand, Malaysia, Filipina,dan Jepang. Beliau juga menginginkan partisipasi antropologi yang lebih nyata dalam kehidupan dan pembangunan.
PROF. ASTRID SUSANTO PH.D. (1936-2006)AHLI SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Prof. Dr. Maria Antonia Astrid Sunarti Susanto lahir di Makassar tanggal 4 Januari 1936 dan meninggal di Jakarta tanggal 13 April 2006. Riwayat pendidikan Beliau dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) di Yogyakarta tahun 1948, SMP Jakarta tahun Westfaelische 1953, SMA-B Jakarta (1956), Universitat, Munster, Jerman Barat tahun 1960, Freie Universitat, Jerman Barat tahun 1964. dan Sebagai intelektual, Prof. Dr. Maria Antonia Astrid Sunarti Susanto Ph.D mendarmabaktikan dirinya diberbagai lembaga yang berhubungan dengan sosiologi. Pada tahun 1971 – 1975 menjadi Dekan Fakultas Publisistik Universitas Padjadjaran, Bandung, menjadi dosen Ilmu Komunikasi dan Sosiologi Pembangunan Universitas Indonesia pada tahun 1976-2006, menjadi Kepala Biro Penerangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Bappenas tahun 1974-1983, menjadi Asisten Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Negara paca tahun 1983-1988, menjadi anggota MPR dari Utusan Golongan pada tahun 1987-1992, menjadi anggota Fraksi PDKB DPR/MPR pada tahun 2002, menjadi anggota Fraksi Kesatuan Kebangsaan Indonesia (F-KKI) pada tahun 2002-2004, menjadi dosen Program Pascasarjana (S-2 dan S-3) UI Jakarta, Universitas Sahid Jakarta, dan Universitas Hassanudin Makassar. Sejak kecil, Astrid memang berdisiplin keras dan berani mengemukakan pendapat. Sebagai ilmuwan dan akademisi, Beliau tak pernah berhenti menulis dan berkarya. Bahkan menjelang akhir hayat, Astrid tengah menulis empat buku yang dikerjakan secara berbarengan. Salah satu buku tulisannyaKomunikasi Teori dan Praktek dan Filsafat Ilmu Komunikasi yang berjudul menjadi buku wajib bagi mahasiswa komunikasi.
ciri-ciri nilai sosial yang ada di masyarakat
1. Tercipta dari proses interaksi antarmanusia secara intensif dan bukan
perilaku yang dibawa sejak lahir.
2. Ditransformasikan melalui proses belajar seperti melalui proses
sosialisasi atau diwariskan dari generasi satu ke generasi lainnya.
3. Berupa ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan
sosial.
4. Berbeda-beda pada tiap kelompok manusia.
5. Masing-masing nilai mempunyai efek yang berbeda-beda bagi tin-
dakan manusia.
6. Dapat memengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masya-
rakat.
Silahkan Meninggalkan Pesan
Labels
- Agama Islam (7)
- Bahasa Indonesia (2)
- Biologi (5)
- Ekonomi (3)
- geografi (2)
- PKN (8)
- Sejarah (13)
- Sosiologi (23)
Blog Archive
-
▼
2010
(64)
-
▼
Juli
(60)
- Definisi Uang
- Pendapatan Nasional
- Ekonomi Mikro dan Makro
- Macam-macam Ras yang ada di dunia
- Pengaruh Seni Arsitektur India
- Kerajaan Kutai
- Revolusi Hijau
- Perjanjian-perjanjian yang terjadi pada Perang dun...
- Pengertian Orde Baru
- Pengertian Otonomi daerah
- Macam-macam kebijakan publik
- SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
- Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
- TEORI BELAJAR ALIRAN TINGKAH LAKU
- NILAI DAN NORMA SOSIAL
- Pengertian Filsafat
- KAJIAN SOSIOLOGI
- ARTI PENTING KONSEP DALAM ILMU PENGETAHUAN
- PERAN SOSIOLOG
- JAJAK PENDAPAT UMUM
- RISET ATAU PENELITIAN
- RAGAM NILAI SOSIAL
- Cipta Rasa Karsa
- PERILAKU KOLEKTIF
- FAKTOR YANG MENDASARI TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
- BENTUK-BENTUK AKOMODASI
- STRUKTUR KEPRIBADIAN MENURUT SIGMUND FREUD
- PROF DR. K.P.H. SELO SOEMARDJAN (1915-2003) BAPAK ...
- KOENTJARANINGRAT (1923-1999) BAPAK ANTROPOLOGI IND...
- PROF. ASTRID SUSANTO PH.D. (1936-2006)AHLI SOSIOLO...
- ciri-ciri nilai sosial yang ada di masyarakat
- Pengertian Stratifikasi
- Ciri Dasar Diferensiasi Sosial
- Sistem Kasta
- Bukti-Bukti Proses Interaksi di Beberapa Daerah de...
- Perubahan Sosial
- Budaya Politik
- Pengertian Partai Politik
- Sistem Kepartaian
- Perilaku Budaya Demokrasi
- Ciri Demokrasi Liberal
- Ciri Demokrasi Sosial Komunis
- Golongan Orang yang Mati Sahid
- Hukum Jual Beli
- Pengertian Jual Beli
- Pengertian Muamalah
- AQIDAH
- SIFAT-SIFAT RASUL
- SIFAT WAJIB BAGI ALLAH
- BENTUK ATAU TIPE SUNGAI
- POLA ALIRAN SUNGAI
- Ikan apa yang dapat hidup di luar air?
- HIKAYAT RAJA-RAJA PASAI
- HIKAYAT INDERA BANGSAWAN
- JAGUNG SEBAGI BAHAN PEMBUAT BIOETANOL
- HEWAN PERTAMA YANG HIDUP DI DARAT
- Mengapa ngengat taerbang kearah cahaya ?
- Ikan apa yang tidur paling lama ?
- PABRIK ETHANOL DARI NIRA AREN (Arenca pinnata) DEN...
- Peristiwa Rengasdengklok
-
▼
Juli
(60)